
Aku punya mata yang bisa melihat, tapi mengapa ratusan sosok yang terlihat berlalu lalang didepan mataku tiap harinya tak dapat aku lihat?
Aku menggunakan hidungku untuk untuk mencium aroma wangi dari dunia, tapi mengapa aroma itu menyesakkan dadaku?
Aku tau aku punya telinga yang bisa mendengar, tapi mengapa hanya puluhan dari jutaan kata dari mereka ucapkan yang dapat terdengar?
Aku mengecap semua makanan yang ku lahap dengan lidahku, tapi mengapa terasa hambar?
Aku bisa merasakan apa sengatan panas matahari dan dinginnya angin malam dengan kulitku, tapi mengapa aku tak bisa merasakan sentuhan dan belaian dari mereka?
Kucoba menenggelamkan seluruh tubuhku kedalam sebuah bak kecil kamar mandiku untuk beberapa saat, Aku berharap air bening, bersih dan tak tercemar itu bisa menyegarkan dan mengembalikan seluruh panca indra ku yang tak berfungsi lagi seperti biasa.
Aku takut… sangat takut… tiba-tiba air itu membutakan mataku, aroma air itu membuatku ingin muntah dan terasa sangat pahit dilidahku, Air itu menyengat kulitku, sangat teramat sakit, menyengat hingga kedalam lapisan kulitku. Suara yang awalnya tak dapat ku dengar tiba tiba terngiang ditelingaku, seperti jeritan orang yang telah mati dan tersiksa didalam neraka jahanam.
Apakah aku tekah mati? Belum… aku belum mati… aku masih hidup… tapi kenapa aku seperi ini…??? Aku sekarat…. Jiwaku sekarat…
Tuhan... biarkan aku menemukan jiwaku kembali, biarkan jiwaku menuntun ragaku dalam melangkah, melangkah menuju cahaya.
jogja 14nov08 02:30
Diposting oleh
the-tourist123
di
18.38
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar